Ada kegelisahan yang tertinggal. Ada keresahan yang belum sempat menemukan panggungnya.
Kini, Coki Pardede memilih ruang yang lebih kecil, lebih dekat, lebih intim. Sebuah pertunjukan yang tidak sekadar menghadirkan tawa, melainkan membuka ruang bagi pikiran-pikiran yang selama ini disimpan terlalu dalam untuk dibawa ke panggung.
Ini bukan pengulangan dari “Maaf Tapi Ini Lucu.” Dengan materi yang lebih pekat. Lebih jujur. Lebih brutal.
Sengaja dihadirkan dengan tiket yang tak murah—bukan untuk membatasi, melainkan menyaring. Sebab pertunjukan ini hanya untuk mereka yang benar-benar siap duduk berhadapan dengan isi kepala Coki Pardede, tanpa rem, tanpa pagar, tanpa kompromi.
Selamat datang di intimate show yang tidak menjanjikan kenyamanan—hanya kejujuran yang dibalut tawa paling berbahaya.